Deretan Mega proyek yang dihapus dalam masa pemerintahan presiden Jokowi

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada bulan April, presiden Jokowi mengambil beberapa kebijakan baru yaitu dengan menghapus dan juga mencoret Mega proyek yang berada di beberapa kawasan provinsi di seluruh Indonesia. Presiden Jokowi mengambil keputusan untuk menghapus 14 proyek dengan nilai 264 the dari seluruh daftar proyek strategis nasional yang ada. Penghapusan proyek proyek ini juga telah diumumkan sebelumnya saat selesai rapat terbatas pada 16 April 2018 lalu.

Penghapusan proyek yang ada ini bukan tanpa maksud, melainkan hal ini dilakukan untuk memangkas anggaran agar tidak terlalu membengkak. Dengan langkah ini, maka pemerintah dapat Mendahulukan beberapa proyek proyek lain yang lebih menjadi prioritas mereka agar lebih dahulu Terlaksana. Proyek ini dihapus bukan karena dianggap tidak penting, namun pemerintah menganggap bahwa saat ini ada proyek lain yang perlu dilakukan dengan maksimal.

Berikut adalah daftar beberapa proyek strategis nasional yang dihapus berdasarkan sumber dari komite percepatan penyediaan infrastruktur prioritas :

  • Jalan tol Waru – Wonokromo – Tanjung perak, yang ada di Jawa timur
  • Jalan tol Sukabumi – Ciranjang – Padalarang, Yang ada di Jawa barat
  • Kereta api Kertapati – simpang – Tanjung api api, yang ada di wilayah Sumatera Selatan
  • Kereta api Muara Enim – pulau baai –bengkulu, yang ada di wilayah Sumatera Selatan
  • Kereta api Jambi – Pekanbaru – Riau, yang berada di wilayah Jambi
  • Pembangunan rel kereta api provinsi Kalimantan Timur, di wilayah Kalimantan Timur
  • Mass Rapid transit atau MRT Jakarta koridor East West di kawasan DKI Jakarta
  • Bandara sebatik, di kawasan Kalimantan utara
  • Sistem penyediaan air minum regional Mebidang, di wilayah Sumatera utara
  • Bendungan Telaga waja, di pulau Bali
  • Bendungan Pelosika, di wilayah Sulawesi Tenggara
  • Kawasan ekonomi khusus Merauke, di wilayah Papua

Darmin Nasution, menteri koordinator bidang perekonomian menyatakan bahwa pemangkasan proyek strategis nasional ini dilihat dari Sisi Visibilitas nya. Ia mengatakan bahwa proyek proyek yang berada dalam daftar di atas tidak memenuhi syarat untuk dilanjutkan dalam pembangunanya. Walaupun ada beberapa proyek yang dihapuskan, namun pada tahun 2018 ini pemerintah juga menambah dua proyek strategis nasional yang lain. Proyek yang dimaksudkan yaitu pembangunan universitas Islam internasional Indonesia dan juga program besar untuk pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia. Proyek strategis nasional saat ini mencapai jumlah 222 proyek dan juga tiga program dengan nilai investasi yang mencapai total 4100 triliun.

Dengan adanya beberapa proyek strategis tersebut, maka diharapkan agar pemerintah dapat terus menjaga stabilitas dan juga mau maksudkan agar pemerataan di Indonesia semakin baik lagi ke depannya.

Dengan semakin meratanya pembangunan yang ada di seluruh kawasan di Indonesia, maka perekonomian dan juga nilai Indonesia dimata dunia akan semakin meningkat. Dengan demikian Indonesia akan diperhitungkan untuk disejajarkan dengan negara negara berkembang lainnya atau bahkan dengan negara maju yang tengah melakukan pembangunan. Upaya ini sangat keras dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mewujudkan negara yang lebih baik lagi.

Deretan Mega proyek yang dihapus dalam masa pemerintahan presiden Jokowi
Tagged on: