Fakta- Fakta Tragis Mengenai Mega Proyek di Era Penjajahan Belanda

Tepat sekitar pada abad ke- 19 yang lalu, pastinya kita semua sudah mengetahui saat itu jugaBelanda tengah menjajah wilayah di Indonesia. Tidak hanya itu saja, pada saat itu ada suatu mega proyek yang diadakan oleh Belanda dengan melakukan kerja paksa atau istilahnya yaitu kerja rodi dan bahasa belandanya adalah cultuurstelsel. Pastinya, ini merupakan salah satu sejarah terburuk yang ada di indonesia.

Sebab memakan banyak korban dari kalangan masyarakat pribumi sendiri dengan adanya mega proyek ini. Sistem pribumi ini nyatanya benar-benar memberikan dampak serta kerugian yang amatbedar bagi kaum pribumi. Pihak Belanda yang saat itu hanya menumpang dan mereka pun dengan rasa berdosa menyiksa paar masyarakat pribumi dengan sesuka hatinya. Dari kekejaman tersebut, dibawah ini akan dirangkum beberapa fakta mengenai megaproyek yang pernah merugikan kaum pribumi sepanjang sejarah.

Fakta megaproyek yang merugikan kaum pribumi dalam sejarah

  1. Warga pribumi wajib memberikan tanah kepada Belanda

Sistem ini dahulunya pertama kali diprakarsai pada saat masa kepemimpinan seorang Gubernur Johannes Van Den Bosch. Saat itu Belanda sedang mengalami penurunan drastis daalm segi ekonomi, sehingga kaum- kaum mereka pun ingin mengembalikan kerugian dari Hindia Belanda akibat perang besar yang sudah terjadi selama lima tahun pada saat itu. Pihak Belanda mewajibkan adanya pemberian tanah minimal 20% pada pihak Belanda serta harus menggarapnya untuk Belanda juga.

  1. Kerja paksa dan adanya sistem pajak yang merugikan

Selain adanya pemberian tanah wajib sekitar 20%, pihak Belanda juga memberlakukan adanya program pajak. Para penduduk pribumi yang memiliki tanah diwajibkan untuk membayar pajaknya kepaad pihak Belanda. Belanda memerlakukan ini dengan alasan karena agar semua orang mampu melunasi utang- utang pajak yang sebenarnya kebanyakan adalah fiktif.

  1. Penderitaan kaum pribumi yang tiada akhirnya

Dengan adanya mega proyek oleh Belanda ini, pastinya akan mendatangkan dampak yang sangat positif bagi kaum penjajah tetapi tidak untuk rakyat pribumi karena sangat menyiksa bahkan memberikan penderitaan yang tak habis- habisnya untuk kaum pribumi. Mereka diwajibkan untuk dapat bekerja tanpa tanpa istirahat dan juga pastinya diwajibkan untuk membayar pajak. Kaum pribumi bahkan harus menanggung kerugian sekaligus apabila terjadi kerugian disaat mereka tidak bisa menggarap ladang milik mereka sendiri. Pada tahun sekitar 1840, busung lapar adalah salah satu wabah mengerikan yang ada di Jawa akibat kekejaman ini.

  1. Ada sebagian kaum Belanda yang memprotes keras

Kita telah mengetahui bukan seorang Multatuli ? Ya, dia merupakan orang Belanda yang menentang sendiri atas apa yang dilakukan oleh kaum Belanda di Indoensia. Dengan bukunya yang berjudul Max havelaar seabagi kritik atas kekejaman kaum Belanda terhadap kaum pribumi.

  1. Berhentinya mega proyek tanam paksa pada akhirnya

Akhirnya tibalah saat dimana sistem tanam paksa ini dihapus akibat kekejamannya yang amat tak berperikemanusiaan.pada tahun 1870, dibuatnyalah suatu Undang- Undang Agraria 1870 dan tak lama kemudian disusul oleh UU Gula 1870. Undang- undang ini akhirnya memberikan suatu perlindungan kepada para petani indonesia pada saat itu.

Inilah beberapa fakta dari adanya sistem tanah paksa yang pernah melanda Indonesia dan menyiksa para penduduk pribumi pada kalanya.

Fakta- Fakta Tragis Mengenai Mega Proyek di Era Penjajahan Belanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *